• mtsmubuwek@gmail.com
  • Randuagung Lumajang
Berita
Hari Kedua Diklat Teknis Substantif, Kepala Madrasah Dibekali Analisis Implementasi Kurikulum dan Kepemimpinan Visioner

Hari Kedua Diklat Teknis Substantif, Kepala Madrasah Dibekali Analisis Implementasi Kurikulum dan Kepemimpinan Visioner

Memasuki hari kedua pelaksanaan Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, para peserta mendapatkan penguatan materi mengenai Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka (KM) serta kepemimpinan visioner di Aby Hotel Lumajang, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh kepala madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Lumajang, termasuk Kepala MTs Miftahul Ulum Buwek, Habibur Ridho, S.Pd.I, berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan pimpinan Kementerian Agama.

Pada sesi pertama, Drs. Agus Akhmadi, M.Pd. menyampaikan materi Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai leader yang harus mampu membaca, menganalisis, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kurikulum yang dihadapi di madrasah.

Menurutnya, implementasi kurikulum tidak cukup hanya mengikuti regulasi, tetapi harus disertai kemampuan kepala madrasah dalam memetakan kebutuhan lembaga, mendampingi guru, serta memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik.

“Kepala madrasah harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menganalisis setiap permasalahan kurikulum, kemudian menghadirkan solusi yang tepat agar implementasi Kurikulum Merdeka benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Drs. Agus Akhmadi.

Sesi berikutnya menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H. Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa penyelenggaraan Diklat Teknis Substantif merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk memastikan para kepala madrasah terus melakukan upgrading kompetensi dan sistem kepemimpinan sehingga mampu membawa lembaganya selangkah lebih maju.

Beliau menekankan bahwa seorang kepala madrasah harus memiliki kepemimpinan yang visioner, mampu tampil memberi warna melalui kreativitas, inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam membentuk generasi peserta didik yang unggul.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga performa sebagai seorang pemimpin, baik dalam penampilan, tutur kata, maupun perilaku sehari-hari. Menurutnya, keteladanan akan melahirkan karakter kepemimpinan yang kuat sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan (trust) dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat.

“Kepala madrasah harus menjadi sosok yang visioner, terus berkembang, memiliki kreativitas, dan mampu membangun kepercayaan. Ketika pemimpin memiliki integritas dan keteladanan, maka kepercayaan masyarakat terhadap madrasah akan tumbuh dengan sendirinya,” tegas H. Achmad Faisol Syaifullah.

Kepala MTs Miftahul Ulum Buwek, Habibur Ridho, S.Pd.I, menyampaikan bahwa materi pada hari kedua memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

“Materi hari ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus melakukan pembenahan di madrasah, baik dalam implementasi kurikulum maupun penguatan budaya kerja. Seorang kepala madrasah memang harus terus belajar agar mampu menjadi motor penggerak perubahan dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas,” ungkapnya.

Melalui rangkaian materi pada hari kedua ini, para peserta diharapkan semakin siap menjadi pemimpin madrasah yang profesional, visioner, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun budaya mutu yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Lumajang.