• mtsmubuwek@gmail.com
  • Randuagung Lumajang
Berita
Guru SKI MTs Miftahul Ulum Buwek Ikuti Pertemuan ke-3 MGMP SKI Wilker 2 Lumajang

Guru SKI MTs Miftahul Ulum Buwek Ikuti Pertemuan ke-3 MGMP SKI Wilker 2 Lumajang

Dalam rangka memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Guru MTs Miftahul Ulum Buwek, Hj. Soelehati, S.Pd.I, mengikuti Pertemuan ke-3 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SKI MTs se-KKMTs Wilker 2 Kabupaten Lumajang, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut bertempat di MTs Bustanul Ulum. Pertemuan diikuti oleh guru mata pelajaran SKI dari madrasah tsanawiyah di wilayah kerja yang meliputi Jatiroto, Randuagung, Kedungjajang, dan Klakah.

Pertemuan ke-3 MGMP SKI ini merupakan tindak lanjut dari hasil pembukaan MGMP KKMTS Wilker 2. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penyusunan perangkat pembelajaran semester ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.

Melalui forum MGMP, para guru memiliki ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyelaraskan perangkat pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran SKI di madrasah dapat berjalan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Keikutsertaan Hj. Soelehati, S.Pd.I menjadi bagian dari komitmen MTs Miftahul Ulum Buwek dalam mendorong pengembangan kompetensi guru. Selain memperkuat kemampuan profesional, forum MGMP juga menjadi sarana membangun jejaring dan kolaborasi antarguru SKI di wilayah kerja 2 Kabupaten Lumajang.

Kepala MTs Miftahul Ulum Buwek, Habibur Ridho, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Hj. Soelehati dalam forum MGMP tersebut. Menurutnya, keaktifan guru dalam kegiatan pengembangan profesional merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.

“Kami mengapresiasi keikutsertaan Ibu Hj. Soelehati dalam MGMP SKI. Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat kompetensi guru, berbagi praktik baik, serta menyusun perangkat pembelajaran yang lebih baik. Hasil dari MGMP diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di madrasah,” ujar Habibur Ridho.

Ia juga berharap hasil musyawarah dapat ditindaklanjuti dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.

“Kami berharap hasil diskusi dan penyusunan perangkat pembelajaran ini tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran SKI semakin menarik, bermakna, dan mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada peserta didik,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan hasil musyawarah dan penyusunan perangkat pembelajaran dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran SKI tidak hanya memberikan pemahaman sejarah Islam, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan dan karakter kepada peserta didik.