• mtsmubuwek@gmail.com
  • Randuagung Lumajang
Berita
Pengawas Bina Bekali Guru MTs Miftahul Ulum Buwek tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Pengawas Bina Bekali Guru MTs Miftahul Ulum Buwek tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Buwek, 21 Oktober 2026 – Dalam upaya memperkuat pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MTs Miftahul Ulum Buwek menggelar kegiatan pembekalan yang diikuti Kepala Madrasah Habibur Ridho, S.Pd.I., bersama seluruh dewan guru, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Miftahul Ulum Buwek tersebut menghadirkan Pengawas Bina, Ruli Widayadi, S.Ag., MA, sebagai narasumber. Pembekalan ini menjadi momentum bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman tentang KBC sekaligus menyiapkan penerapannya dalam proses pembelajaran di madrasah.

Dalam pemaparannya, Ruli Widayadi menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejatinya bukanlah kurikulum yang sepenuhnya baru bagi dunia madrasah. Nilai-nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, penghormatan, dan keteladanan selama ini telah menjadi bagian dari tradisi pendidikan madrasah.

Ia mengibaratkan KBC seperti air mineral yang kemudian diberi warna dan varian rasa agar lebih menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Analogi tersebut menggambarkan bahwa KBC hadir untuk memberikan penguatan dan warna dalam praktik pembelajaran, sehingga nilai-nilai cinta dapat diterapkan sesuai dengan karakter serta kebutuhan peserta didik.

“Kurikulum Berbasis Cinta sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi madrasah. Ibarat air mineral, KBC tinggal memberikan warna dan varian rasa agar penerapannya semakin menarik dan dapat menjangkau berbagai lapisan peserta didik, baik secara global maupun individual,” jelas Ruli Widayadi.

Menurutnya, penerapan KBC perlu diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu membangun hubungan yang positif dengan peserta didik, memahami perbedaan karakter mereka, serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan.

Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan karakter peserta didik.

Kepala MTs Miftahul Ulum Buwek, Habibur Ridho, S.Pd.I., menyambut baik pembekalan tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk menyamakan pemahaman seluruh guru mengenai penerapan KBC dalam pembelajaran.

“Pembekalan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memperkuat pemahaman tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Kami berharap nilai-nilai cinta, kepedulian, dan keteladanan benar-benar hadir dalam proses pembelajaran, bukan hanya menjadi konsep, tetapi menjadi budaya yang dirasakan langsung oleh peserta didik,” ungkap Habibur Ridho.

Ia juga berharap seluruh dewan guru dapat menindaklanjuti materi pembekalan melalui praktik pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik.

Melalui kegiatan ini, MTs Miftahul Ulum Buwek menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama.